
Etong adalah salah satu jenis ikan laut yang memiliki nama latin Odonus Balistidae, nama internasional-nya Triggerfish. Etong hidup di daerah terumbu karang pada kedalaman sekitar 2 s.d. 35 meter. Makanan utamanya plankton, kadang-kadang sponge (tapi bukan Sponge Bob yang di film kartun itu lho..!). Ukuran panjang tubuhnya dapat mencapai 40 cm dengan berat maksimal 5 s.d. 6 kg. Karena warna sisiknya yang indah Etong dikelompokan dalam jenis ikan hias. Di lautan seluruh dunia kurang lebih ada 37 jenis ikan Etong alias Triggerfish dengan warna sisik yang bervariasi.
Dalam dunia kuliner, Etong mulai terkenal dibandingkan dengan ikan lainnya karena banyak disukai oleh para wisatawan yang berkunjung ke Pondok Bali (Subang - Pantura). Di Jakarta, Etong dikenal dengan nama Ayam-ayam (mungkin karena rasanya seperti daging ayam). Etong memiliki sisik yang sangat keras (menyerupai kulit), sehingga pengolahannya memerlukan porses ekstra. Sebelum dimasak, Etong harus dikupas terlebih dahulu untuk membuang sisik/kulitnya. Etong memiliki aroma tersendiri dibandingkan dengan ikan–ikan lainnya, terutama pada bagian ikan yang terletak di sela-sela tulang kepalanya. Untuk mendapatkan aroma khas tersebut, Etong dimasak dengan cara menggorengnya setengah matang kemudian dibakar sampai matang tapi tidak sampai kering.
Percaya atau tidak, banyak orang yang beranggapan bahwa makan ikan Etong dapat meningkatkan vitalitas, khususnya bagi kaum lelaki (tertarik untuk mencobanya.....???).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar